jejak catatan herdhyn di internet

lingkungan, tempat tinggal, sekolah, keuangan, perjalanan, wisata, komputer, internet, pertemana, keluarga, tip, trik, komunikasi, handphone, informasi, televisi, bisnis, sodial, budaya, uang, usaha, pekerjaan, foto, video, anak, bayi, kehamilan, seks, hubungan

More About Me...

Another Tit-Bit...

Taksi Menunggu Penumpang dan Penumpang Menunggu Taksi (Berbagi Cerita Bag.2)


Saya ambil judul diatas terinspirasi oleh cerita teman dari Pulau Bintan yang duduk sebangku saat menyeberang dari Singapura ke Batam. Karena asyik cerita sampai lupa tanya nama, yang kuingat dia kerja di kejaksaan. Hal kecil yang sebaiknya jangan ditiru, sudah ngobrol lama tapi tidak tahu namanya. Padahal saya berharap perjalanan kali ini bisa menambah wawasan sekaligus menambah teman. Jujur saja saya ini sangat pelupa kalau mengingat nama orang, kalau wajah masih lumayan. Lumayan parah lupanya :).

Dia cerita kalau di Batam itu sekarang sepi semenjak ditutupnya perjudian. Tempat perjudian tidak semuanya tutup, masih ada yang bukahanya saja tempatnya sangat terpencil. Jalan akses masuknya tidak di aspal hanya diperkeras saja. Sebelum sampai ke komplek perjudian dipinggir jalan haya ada semak belukar. Makanya sepi, mungkin yang mau judi takut dirampok dijalan , pikirku.


Benar atau tidaknya kondisi Batam yang mulai sepi karena penutupan judi saya sendiri tidak ambil pusing. Yang pasti menurut teman saya, kalau di Batam sopir taksi ngantri dan berebut untuk mendapatkan penumpang. Ini bisa dilihat ketika tiba di pelabuhan Batam Center, akan kita temui banyak sopir taksi yang sibuk menawarkan jasa antar. Mereka berebut penumpang. Sementara kalau di Singapura lain sekali. Penumpang harus antri dengan tertib untuk mendapatkan layanan taksi.

Dan itu saya rasakan betul ketika harus cari taksi dari Mustafa Center ke Fragance Hotel tempat saya menginap di Singapura. Semua taksi yang jalan pasti sudah terisi. Memang ada beberapa taksi yang berhenti, tetapi sopirnya tidak ada, mungkin ditinggal makan sama sopirnya atau sudah dipesan untuk menunggu penumpanya. Meskipun akhirnya dapat taksijuga, tapi nunggunya yang lumayan lama.

Jalan di Singapore selain bersih juga bebas macet. Sopir taksi bekerja selama 12 jam sehari, dari jam lima pagi sampai jam lima sore atau dari jam lima sore sampai jam lima pagi. Mereka akan mengantar kemana saja tujuan kita tanpa ada rasa khawatir kalau diputar-putar jalannya. Mereka akan langsung mengantar ke tujuan. Mobilnya pun bersih, id card jelas sama di Indonesia, mereka juga dilengkapi monitor seperti tv mobil yang berisi informasi ID sopir, tujuan dan route dan yang pasti banner iklan sponsornya.

Berbagi Cerita Perjalanan Batam - Singapura (Bagian 1)


Liburan ke Batam dan Singapore tanggal 17 s/d 19 Agustus 2007 merupakan tour kedua yang saya ikuti bersama teman-teman. Ada hal unik yang ingin saya bagi dengan pembaca blog ini. Mungkin bagi sebagian orang pengalaman tour ke Batam dan Singapura tidak menarik lagi. Bagi yang sudah biasa tour ke sana boleh kirim cerita uniknya di blog ini.



  • Delay yang melelahkan

Karena harus berangkat sebelum jam delapan pagi tanggal 17-08-2007, maka kami satu rombongan kurang lebih 44 orang harus tiba di bandara Juanda maksimal jam tujuh pagi. Saya sendiri bangun pagi-pagi jam 4, karena jam 5 harus jemput sebagian teman yang tinggalnya searah ke tempat berkumpul di Jl. Pahlawan -Taman Pinang. Sudah siap-siap sejak pagi ternyata penerbangan harus ditunda hampir tiga jam. Seharusnya sampai Batam jam sepuluh pagi, akhirnya baru tiba jam 12:30. Waktu yang terbuang sia-sia karena penundaan pesawat yang waktu jalan-jalan di Batam berkurang.



  • Terlambat tiba di bandara

Ketika perjalanan kembali ke Surabaya hari Minggu, 19-08-2007 kami sebenarnya sudah terlambat tiba di bandara Hang Nadim. Pesawat sudah menuju landas pacu dan siap take off akhirnya kembali lagi ke tempat parkir menunggu kami masuk ke pesawat. Baru kali ini selama saya naik pesawat ada pesawat yang mau nunggu penumpangnya. Kebetulan pesawat yang kami naiki adalah pesawat milik maskapai yang sama ketika kami akan berangkat dari Surabaya. Seakan-akan ada 'balasan' saat berangkat kami di tunda dan saat kembali pesawatnya yang harus menunggu. Kok bisa ya ....


Oh ya... hampir lupa, pesawat tersebut adalah garuda citylink


sementara itu dulu....lain kali saya lanjutkan....