jejak catatan herdhyn di internet

lingkungan, tempat tinggal, sekolah, keuangan, perjalanan, wisata, komputer, internet, pertemana, keluarga, tip, trik, komunikasi, handphone, informasi, televisi, bisnis, sodial, budaya, uang, usaha, pekerjaan, foto, video, anak, bayi, kehamilan, seks, hubungan

More About Me...

Another Tit-Bit...

Bravo Garuda Indonesia

Indonesia kembali memenangkan pertandingan final leg kedua dengan mengalahkan malaysia 2-1. Gol dibabak kedua dimasukkan oleh M Nasuha dan M Ridwan.
Meskipun menang di final leg kedua, tetapi trofi AFF Suzuki Cup 2010 jatuh di tangan Malaysia. Dengan keunggulan agregat 4-2 tim jiran menjuarai turnamen ini.

Semangat yang tinggi dan permainan yang begitu bagus dari tim garuda membuat fans timnas semakin bangga dengan pasukan Garuda.

Semoga kedepan Indonesia meraih prestasi lebih bagus lagi.

Membuat Banner Online

Sekarang semakin mudah dengan fasilitas yang serba online. Termasuk urusan membuat banner. Banyak sekali situs yang menyediakan jasa membuat banner online. Cukup dengan mengetikkan "make banner online" (tanpa tanda kutip), ke dalam mesin pencari google. Hasilnya akan tampil ratusan bahkan lebih situs penyedia layanan membuat banner secara online.

'

Salah satu yang pernah saya pakai, dan mudah pemakaiannya serta banyak pilihan.Selain itu kita juga bebas berkreasi melului menu-menu yang tersedia. Situs tersebut adalah http://www.bannerfans.com/banner_maker.php
Artikel ini ditulis oleh herdhyn dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 17 Nopember 2010. Artikel bebas untuk didistribusikan ulang untuk keperluan non komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak mengubah sebagian atau seluruh isinya.

Smadav Blacklist Bisa Dihilangkan, Caranya?

Smadav 8.3 menambahkan fitur blacklist, fitur ini mampu mendeteksi key smadav bajakan alias palsu, salah satu korbanya adalah aku sendiri, smadav saya kena blacklist setelah update smadav terbaru 8.3. Untuk menghilangkan Blacklis pada smadav ikuti cara di bawah ini:
- Buka Smadav
- Masuk ke pilihan seting
- Hilangkan semua tanda centang pada pilihan smadav (pengaturan dasar dan engaturan tambahan)

- Isi nama pada kotak regristrasi dengan “anti-pembajakan” [tanpa tanda petik]
- Setelah muncul pesan “berhasil hilangkan tanda bajakan:3″
- Setelah itu isi nama dan key berikut (pilih yang anda suka )

Nama: purnama Key: 991999615013

Nama: bontang Key: 991399470892

Nama: borneo Key: 991999648866

Nama: d3d3 Key: 995299760472

Nama: BTN Key: 995799985234

Nama: Bontang.com Key: 9938991003753

untuk smadav terbaru 8.3 silahkan download dibawah ini
Download Smadav 8.3

dicopas dari : http://dedepurnama.blogspot.com/2010/10/cara-menghilangkan-blacklist-smadav.html

Artikel ini ditulis oleh herdhyn dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 20 Oktober 2010. Artikel bebas untuk didistribusikan ulang untuk keperluan non komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak mengubah sebagian atau seluruh isinya.

Wordpress Plugins – 11 Wordpress Plugins to Install Today

Wordpress Plugins – 11 Wordpress Plugins to Install Today

  1. All In One SEO – more control over your content to improve it for search engines
  2. Google XML Sitemaps – automatically build and submit XML sitemap (an index of your website) to Google, Yahoo, Bing
  3. Google News Sitemap Generator – to help you get included in Google News
  4. WP Minify – to speed up your site by reducing the number of files that have to be downloaded
  5. WP Super Cache – to speed up your site and prevent crashing due to spikes in website visitors
  6. TweetMeme Retweet Button – to easily share your content on Twitter
  7. Facebook Connect (Sharing button and Comments box) – to integrate with Facebook
  8. SEO Slugs – to remove non-optimized words (a, an, the) from your URLs
  9. SEO Smartlinks – allows you to always link certain keywords to certain pages
  10. Bei Fen – automatic backups of files and database with email
  11. WPtouch – create a version of your Wordpress website optimized for iPhone, Android, and Blackberry

Artikel ini ditulis oleh herdhyn dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 20 Agustus 2009. Artikel bebas untuk didistribusikan ulang untuk keperluan non komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak mengubah sebagian atau seluruh isinya.

SMADAV PRO Mau?

Smadav Pro ini untuk pc personal.
Berikut ini langkah-langkah menginstal smadav pro untuk pc personal:

Step 1
  • Sebelum memulainya, silahkan download smadav
  • setelah download dan di instal maka register dengan nama : winestakes.com key: 081230537430
  • lalu unregister
Step 2


Artikel ini ditulis oleh herdhyn dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 27 April 2010. Artikel bebas untuk didistribusikan ulang untuk keperluan non komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak mengubah sebagian atau seluruh isinya.

Ada Yang Sexy Di Kamar Mandi



Bagaimana asyik tidak punya kamar mandi seperti itu.......


Artikel ini ditulis oleh herdhyn dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 15 Maret 2010. Artikel bebas untuk didistribusikan ulang untuk keperluan non komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak mengubah sebagian atau seluruh isinya.



Hari Pertama Saya di MarkPlus by Hermawan Kertajaya

SATU Mei 1990 adalah tanggal bersejarah buat saya. Itulah hari pertama saya tidak menjabat direktur distribusi PT HM Sampoerna. Dan itulah hari pertama saya juga memulai MarkPlus. Tanggal itu juga merupakan hari pertama saya menjadi seorang entrepreneur.

Sehari sebelumnya, saya masih memegang kartu nama keren PT HM Sampoerna. Direktur Distribusi PT HM Sampoerna. Sehari sebelumnya saya masih berkantor di pabrik Sampoerna di Kompleks Surabaya Industrial Estate Rungkut atau sering disebut SIER. Sehari sebelumnya saya masih punya "anak buah" sekitar 1.600 orang di seluruh Indonesia yang terbagi di 54 area. Satu area bisa meliputi dua atau tiga kabupaten. Maklum, jualan rokok kan mesti merata, apalagi Dji Sam Soe yang sudah merakyat.


Pada hari itu, pas satu Mei 1990, saya resmi menggunakan kartu nama MarkPlus Professional Service. Begitu saya menyebutnya, karena waktu itu saya berpikir pokoknya siap melakukan "professional service" apa pun! Karena kantor belum ada, ya berkantor di rumah aja, Taman Prapen Indah C-8 Surabaya.Saya hanya berpikir, waktu itu, bahwa alamat itu memang "kurang profesional" karena tidak di perkantoran, tapi tidak terlalu "kebanting". Waktu itu juga belum ada kompleks perumahan yang keren seperti sekarang: Galaxy, Ciputra, Pakuwon, dan sebagainya. Jadi, Kompleks Prapen yang "indah" sudah cukup lumayan, karena tempatnya bersih dan dihuni banyak eksekutif.

Jadi, paling tidak, biar ada persepsi memang MarkPlus ini perusahaan one man show, tapi didirikan oleh seorang ex top executive dari sebuah perusahaan besar di Surabaya. Karyawannya belum ada. Kenapa?

Pertama, saya memang belum berani menggaji orang. Kalau nggak laku bagaimana? Kedua, ya memang nggak ada yang mau bekerja untuk saya.Sebenarnya, terus terang, sebulan sebelum "resign" dari Sampoerna, saya memang minta tolong kepada anak buah saya yang pintar desain untuk mendesain logo MarkPlus. Maksudnya, supaya begitu keluar dari Sampoerna, saya sudah memegang kartu nama sendiri dengan logo yang lumayan.Kartu nama adalah yang saya pikir lebih dulu, karena takut nggak punya identitas begitu tidak di Sampoerna lagi. Nah, anak buah saya inilah yang saya ajak berdiskusi tentang logo tersebut di luar jam kerja.

Saya, bahkan, bercerita hanya pada dia secara "confidential" tentang rencana saya tentang MarkPlus yang mulai 1 Mei. Ketika itu, dia kelihatan sangat antusias membantu saya untuk mempersiapkan logo, termasuk aplikasinya di kop surat dan amplop. Tapi, akhirnya, saya kecewa berat ketika dia tidak mau jadi karyawan pertama MarkPlus Professional Service!"Maaf Pak, saya nggak berani ambil risiko..." katanya sambil menundukkan muka.Dengan terus terang dia mengaku tidak "sure" sampai kapan MarkPlus bisa bertahan. Padahal, di Sampoerna dia sudah lumayan "mapan" walaupun termasuk karyawan "kelas bawah". Begitulah situasi hari pertama MarkPlus waktu itu.

Ketika saya bangun pagi, terasa agak aneh. Biasanya saya mandi pagi-pagi, takut telat ke kantor karena harus memberi contoh kepada anak buah. Pakai baju seragam Batik Sampoerna sesuai dengan warna yang diwajibkan untuk hari itu.

Di Sampoerna, waktu itu, kami semua diberi tiga macam batik seragam dengan tiga warna. Senin-Kamis, Selasa-Jumat dan Rabu-Sabtu masing-masing satu warna.
Pada 1 Mei itu saya bangun memang agak siangan, tapi agak bingung apa yang akan dilakukan hari itu. Sebab, mendadak sudah tidak perlu pakai batik lagi setelah bertahun-tahun. Kayak ada yang "hilang".

Sehari sebelumnya saya juga sudah mengembalikan mobil dinas Toyota Crown Royal Saloon. Hari itu saya mulai menyetir mobil saya sendiri. Toyota Corolla baru, tapi cicilan...! Semuanya mendadak terasa hilang! Ya, kantor bagus, mobil bagus, anak buah, seragam, bahkan kartu nama keren.

Saya masih ingat, saya hanya punya tabungan lima puluh juta rupiah waktu itu. Dua puluh juta rupiah saya pakai untuk downpayment Toyota Corolla, sisanya yang tiga puluh juta untuk cadangan.Karena belum ada klien yang mau pakai jasa profesional saya pada hari pertama, mau tahu apa yang saya lakukan? Percaya atau tidak, saya menulis artikel Reboan untuk Jawa Pos sebanyak mungkin!
Waktu itu saya memang sudah diajak Pak Dahlan Iskan yang baru membangun Jawa Pos beberapa tahun untuk menulis rutin di Jawa Pos bersama lima orang Surabaya lain. Kebetulan saya memilih Rabu. Penulis lain ada yang memilih hari lain. Itulah cara Pak Dahlan "mengangkat" citra orang Surabaya yang tidak mungkin dapat kolom di media ibu kota. Saya suka Rabu, karena ada di pertengahan pekan.Jadi, sejarah MarkPlus yang segera merayakan

HUT Ke-20 pada 1 Mei 2010 ini memang sangat tidak dipisahkan dari Jawa Pos! Ada semacam hubungan "spiritual". Besok, saya akan bercerita lebih detail tentang hal ini.**

Sumber : Jawapos


Artikel ini ditulis oleh herdhyn dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 04 Pebruari 2010. Artikel bebas untuk didistribusikan ulang untuk keperluan non komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak mengubah sebagian atau seluruh isinya.



Grow with Character by Hermawan Kartajaya

Grow with Character
Dahlan Iskan, Putera Sampoerna, dan Ciputra: Beda tapi Sama.

SAYA sudah menulis tentang tiga "guru" saya itu sebelum mulai MarkPlus Professional Service pada 1 Mei 1990 di Surabaya. Ketiganya sangat berbeda, tapi ketiganya sangat sama. Lihat saja.

Dahlan Iskan, bekas wartawan, asal Magetan, lulus IAIN jurusan hukum. Setelah jadi kepala Biro Tempo di Surabaya, dia ditunjuk untuk memimpin Jawa Pos yang waktu itu "hidup susah, mati segan". Setelah membesarkan Jawa Pos Group ke seluruh Indonesia, dia mencoba masuk ke berbagai bisnis lain.

Tidak semua bisa sukses sebesar Jawa Pos Group yang di media. Tapi, Pak Dahlan memang ingin menunjukkan kepada orang bahwa dia tidak hanya bisa di bisnis media. Dia selalu menyukai tantangan. Pada waktu ini, banyak orang yang berharap dia berhasil di PLN. Kayak sebuah mission impossible. Itulah Dahlan Iskan.

Lalu, Putera Sampoerna memang lahir sebagai anak orang kaya. Dia adalah generasi ketiga keluarga Sampoerna. Kakeknya, Lim Seng Tee, yang pertama merintis perusahaan rokok yang sekarang sudah menjadi nomor satu di Indonesia itu. Generasi kedua adalah bapaknya, Lim Swie Ling. Banyak orang bilang bahwa tiap generasi di Sampoerna punya produk unggulan.

Kalau generasi pertama bikin Dji Sam Soe dan generasi dua meluncurkan Sampoerna Hijau, Pak Putera bikin A Mild! Berbeda dengan anak orang kaya lain, Pak Putera adalah pekerja keras. Walaupun bahasa Indonesianya patah-patah, jiwanya sangat nasionalis! Dia menjungkirbalikkan semua kebiasaan yang ada di Sampoerna.

Generasi pertama melahirkan, kedua membesarkan, dan yang ketiga menghancurkan? Itulah "doktrin" bisnis keluarga yang tidak boleh terjadi Sampoerna. "I don't want to make it happen," katanya suatu hari. Karena landscape berbeda, dia selalu "inovatif" untuk mengalahkan perubahan di luar.

Keputusan-keputusan yang penting harus diambil penuh risiko. Dan, itulah Pak Putera yang berani mempertaruhkan kebijakannya walaupun agak ber-resi-ko! Dia berani "utang bank" yang dulu tidak pernah dilakukan dua generasi sebelumnya. Begitu juga iklan dan promosi.

Distribusi diganti, dari model distributor menjadi branch management. Apalagi go public yang berarti menyerahkan sebagian kedaulatan perusahaan ke pihak luar! Bahkan, yang paling kontroversial, menjual seluruh perusahaan selagi harga saham bagus!

Bagaimana dengan Ciputra? Kelahiran Manado, Pak Ci lulus dari ITB. Pergi ke Jakarta dan "menantang" gubernur DKI Jakarta untuk, antara lain, membangun Ancol! Tiap sepuluh tahun, ada perubahan model bisnis.

Sepuluh tahun pertama, jadi eksekutif Jaya Group sambil punya saham. Sepuluh tahun kedua berbisnis dengan teman-temannya untuk bikin "Sang Pelopor" group. Sepuluh tahun terakhir and beyond berbisnis bersama keluarga sendiri. Saya ikut "mendorong" Pak Ciputra untuk berani memakai kata Ciputra sebagai brand, menggantikan kata Citra. Waktu itu, orang bingung membedakan Citra Group dengan Bimantara Citra dan Citra Lamtoro Gung.

Sekarang? Ciputra sudah melanglang buana. Punya banyak proyek properti di luar Indonesia. Di Indonesia, Pak Ciputra sering diajak kongsi oleh orang-orang Indonesia yang punya "land bank", tapi nggak tahu cara menggarapnya. Ciputra bukan sebuah nama lagi, tapi sebuah premiere brand yang susah payah dibangun tiga puluh tahun lebih.

Nah, ketiganya tampak sangat berbeda kan? Tapi, Anda tahu kan apa yang membuat ketiganya sama benar! Apa itu?

Entrepreneurship!

Lihat saja bagaimana mereka berani mengambil risiko untuk membuat atau menjalankan bisnis secara lahir. Bagaimana mereka bisa membaca peluang sebelum mengambil keputusan. Selain itu, tentu saja cara mereka "meyakinkan" orang lain untuk men-support ide tersebut.

Sampai sekarang pun mereka tidak pernah berhenti berinovasi! Jadi, mereka sangat berbeda, tapi sekaligis juga sangat sama! Karena itulah, banyak benang merah yang bisa saya pelajari dari tiga orang tersebut! (*)

Sumber : Jawa pos



Artikel ini ditulis oleh herdhyn dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 04 Pebruari 2010. Artikel bebas untuk didistribusikan ulang untuk keperluan non komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak mengubah sebagian atau seluruh isinya.